.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

    E-mail

      Smart City atau Kota Literasi ?

      Oleh

      Rida Gandara

      Sering para Pejabat menyebut kata “Pembangunan” yang pada kenyataan-nya banyak Bangunan tidak mengakomodir keperluan Masyarakat yang Butuh; Perlu; atau Ingin menggunakannya. Contoh, ada taman kota ada bangku dan mejanya, tapı tidak ada Air minum Bahkan Bükü untuk dibaca Warga. Contoh lagi, dibangun taman dengan ayunan dan perosotan, tapı begitu sore hari berkumpul komunitas geng motor Dan saat malam Bertebaran sampah kacang dan kaleng bekas minuman. Pembangunan Fisik yang tidak optimal, dibuat Tanpa Kajian dan Standar Operating Procedures (SOP), diberikan pada Warga Asal Pencitraan dan sekedar ada Saja, tak ada Penjagaan dan Pembinaan bagi Masyarakatnya.

      Seharusnya Pembangunan Sebuah Kota itu diarahkan jadi Kota yang Pintar, Bukan kota yang dibodohkan atau kota yang diberi fasilitas tak berguna. Sebutlah SMART CITY, Misalnya dibangun taman Bukan hanya Dikasih akses wi-fi, tapi Kasih Buku-Buku Bacaan Bagus yang inspiratif. Orang senang Di Taman berjam-jam pakai wi-fi dibiayai Uang Daerah hanya untuk main game online pasti beda hasilnya dengan Orang yang asyik baca koran online atau mengisi survey kepuasan Warga Kota via online pada website Pemerintah Kota. Tapi, tetaplah berikan Buku-Buku Bacaan Bagus yang Mendidik, sediakan Di Taman-Taman Kota Dan Semua fasilitas Umum Warga Kota. Selama minimal ada Bangku atau Kürsi, yang namanya SMART CITY Wajib menyediakan Buku Bacaan gratis yang inspiratif. Buku Ini Dibutuhkan, Diperlukan, dan Diinginkan oleh Warga Kota; atau Suatu Kota yang sedang bodoh ağar Berubah Jadi Pintar dan Mampu Berubah Jadi Sejahtera. Bukan Berubah Jadi Kota Game Online Yang semua Anak SD, SMP, SMA pada nongkrong sibuk pakai wi-fi Negara atau Daerah hanya untuk memuaskan hawa nafsu hiburannya.

      Kota yang disukai Warganya Itu nilai 6 (enam) artinya sudah Berubah poin dari kota yang buruk. Tapı, Kota itu harusnya dibangun menjadi SMART CITY yang disukai Warganya Karena Mendidik Warga; plus Mendidik Anak-Anak juga Jadi Warga Muda yang Pandai Ber-inovasi.

      SMART CITY pada masa kini identik dengan digitalisasi, OKE. Tapi, pikirkan SMART CITY yang tidak Hancur saat listrik padam atau saat akses internet hilang.

      Bükü-Buku Sebenarnya Bisa bikin Sebuah Kota Jadi Pintar. Tapı, apakah walikotanya sadar akan hal ini?

      Pejabat mana pun, Walikota mana pun yang tidak Gemar Membaca hanyalah tokoh boneka pajangan; atau robot yang tidak punya kebiasaan Belajar Dan Mengajar bersama Warganya, seperti selayaknya Pemimpin Kota yang SMART.

      Lebih jauh lagi Seharusnya para Walikota Berani membuat Kota Literasi! Kota yang ruang-ruang Kecil Dan Besarnya diisi Kegiatan MEMBACA DAN BER-INOVASI.

      Kota Literasi tentu Bersahabat dengan Masyarakat lokal dan İnternasional. Pandangan jernihnya Mampu Mewujudkan Masyarakat Beradab, Terdidik, Mandiri Dan Pandai Bekerjasama untuk Meraih Kesejahteraan Bersama. Orang Dari Desa tidak terlalu Kaget Datang ke Kota Literasi karena banyak Pemandu dan Penjaga Kota yang ramah Siap memberikan informasi penting dan melayani keperluan Warga Desa terhadap Kota Literasi. Lebih jauh Warga İnternasional Hanya akan bersenang-senang dengan kameranya terhadap Kota Literasi yang Indah. Kota ini akan menghiasi Medsos sebagai kabar gembira, bukan sekedar goodnews. Nilai tambahnya Kota Literasi dapat menghasilkan Devisa.

      Kota Literasi sulit dibohongi Ketika warganya Gemar Membaca Bersama Walikotanya tentang Keutamaan Menyampaikan Berita Jujur Dan Meneliti Asal Usul Berita yang dapat Dipercaya. Kota Literasi pun sulit diserang secara militer manakala Warganya Gemar Membaca, Belajar Dan Berlatih dengan Walikotanya tentang Bagaimana Mempertahankan Dan Membela Tanah Air Mereka.

      Comments
      Only registered users can write comments!

      3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

      Last Updated on Tuesday, 26 March 2019 09:21  

      Items details

      • Hits: 73 clicks
      • Average hits: 18.3 clicks / month
      • Number of words: 620
      • Number of characters: 4296
      • Created 4 months ago at Tuesday, 26 March 2019 by Administrator
      • Modified 4 months ago at Tuesday, 26 March 2019 by Administrator

      Tecox component by www.teglo.info





      Kemiskinan

      Literasi Sains & Teknologi

      Artikel Pilihan


      <marquee> Selamat Datang di Masyarakat Literasi Indonesia </marquee>

      Artikel Utama

      Statistik Anggota

      • Total Anggota 10,822
      • Sedang Online 40
      • Anggota Terakhir Jamescop

      Statistik Pengunjung

      mod_vvisit_counterTotal9315702
      Jantung_Sekolah1.jpg

      Kalender & Agenda

      June 2019
      S M T W T F S
      26 27 28 29 30 31 1
      2 3 4 5 6 7 8
      9 10 11 12 13 14 15
      16 17 18 19 20 21 22
      23 24 25 26 27 28 29
      30 1 2 3 4 5 6

      Contoh Proposal

      Contoh Proposal

      Google+ Facebook Twitter mail SC